Total Tayangan Halaman

Senin, 30 April 2018

Indonesian Choice Awards 5.0 NET 2018



Siaran Langsung Indonesian Choice Awards 5.0 NET LIVE 2018
Tayangan Ulang Indonesian Choice Awards 5.0 NET 2018
RE RUN Indonesian Choice Awards 5.0 NET

Selasa, 09 Januari 2018

Parkir Lantai Ganda Usahid Jakarta yang Baru


Jakarta - Peningkatan sarana dan prasarana terus digenjot oleh kampus yang berada di Jl.Dr.Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan ini. Efektif mulai 1 November lalu, Ketua Umum Yayasan Sahid Jaya, Dr. H. Nugroho B. Sukamdani, MBA. BET, didampingi PLT Rektor Usahid Jakarta, Prof. Dr. Ir. Kohar Sulistyadi, MSIE. meresmikan parkir motor lantai ganda di lingkungan Usahid Jakarta kampus Soepomo.

Pekerjaan yang telah dimulai sejak 7 Juli 2017 ini merupakan tahap awal dari renovasi tampak depan (face off) dari Usahid Jakarta yang telah berdiri sejak tahun 1989 ini. Lokasi parkir yang bertempat disebelah selatan bangunan ini diperkirakan dapat menampung hingga 700 kendaraan roda dua. 

Selain memperbaiki sarana serta prasarana kampus, renovasi lahan parkir dan tampak depan kampus juga dimaksudkan agar menarik mahasiswa baru untuk bergabung di Usahid Jakarta.

“betul, renovasi ini untuk peningkatan fasilitas kampus buat kalian (mahasiswa aktif) dan para calon mahasiswa baru, semoga  dengan adanya lahan parkir yang baru ini, banyak yang mau masuk ke sini, gedung kuliah juga nanti dipercantik supaya menarik” ujar Pak Sigit.

Renovasi tahap awal ini bukan tanpa keluhan dari para pengguna parkiran, seperti Feby Emania (21) mahasiswa tingkat akhir Usahid.

"kalau parkiran dibawah penuh agak takut buat ke lantai atas, karena ramp naiknya curam sekali"

Selain itu belum adanya atap di lahan parkir lantai atas juga membuat para pengguna parkir was-was jika hujan datang. Curah hujan yang intens di kawasan sekitar Kampus Soepomo juga membuat para wanita takut tergelincir saat melewati ramp saat naik ataupun turun dari parkiran lantai atas. (RG)

Minggu, 07 Januari 2018

Tebing Karaton - Melihat Bandung dari 1250 mdpl

Tak habis-habis tempat wisata baru di kawasan Bandung Raya bermunculan. Hanya sekitar 40 menit dari pusat kota, kita dapat menikmati pemandangan matahari terbit (sunrise) dari atas tebing di perbukitan setinggi 1250 mdpl. Selain berjalan kaki untuk mendaki, pengunjung juga bisa menggunakan sepeda, maupun sepeda motor untuk mencapai pintu masuk.
Pemandangan Tebing Karaton
Bandung adalah tempat yang tepat untuk menjadi pelarian dari penatnya Jakarta. Tidak hanya restoran dan taman-taman, tempat yang mulai dikenal banyak orang sejak pertengahan 2014 ini juga bisa menjadi pilihan. Pemandangan matahari terbit dan hamparan bumi parahyangan menjadi daya tarik tempat ini.

Tebing Karaton atau yang biasa disebut Tebing Keraton, merupakan tempat wisata baru yang berlokasi di kawasan Taman Hutan Raya IR.Juanda. Nama tempat yang bermakna 'dataran tinggi yang kemegahan alamnya bisa dinikmati bersama' ini merupakan tempat yang cocok untuk melupakan sejenak kesibukan dan masalah karena pemandangannya yang begitu indah.

Untuk mengakses tebing setinggi 1250mdpl ini disarankan menggunakan sepeda motor dari pusat kota. Jika pengunjung menggunakan mobil, maka harus parkir kendaraannya di Warung Bandrek yang berjarak sekitar 1,8KM dari Tebing Karaton, yang harus dilanjutkan dengan berjalan kaki selama 30menit atau naik ojek dengan biaya Rp15.000 -  25.000.


Walaupun sudah banyak pengunjung berdatangan ke tempat ini, namun akses jalan menuju Tebing Karaton masih rusak parah dibeberapa lokasi. sebagian sudah dicor dan diaspal, namun sebagian lagi masih berbatu dan ada juga masih berupa tanah. Jika satu malam sebelum menuju lokasi ini turun hujan, lebih baik urungkan dulu perjalanan ke Tebing Karaton karena jalan akses yang sangat licin dan berbahaya.

Dengan harga karcis untuk turis lokal sebesar Rp 12.000 dan karcis parkir motor Rp 5.000, pengunjung bisa menikmati tempat ini dari pukul 5 pagi sampai 6 sore waktu setempat. Jangan lupa pula bawa peralatan untuk foto yang bagus namun ringkas supaya bisa mengabadikan pemandangan disini dan membagikannya di media sosial.

Riki Gusmara
2014240022

Sabtu, 18 November 2017

Indonesia Morning Show Net. Rebranding






New Host/Presenter Line Up Indonesia Morning Show Net. :


ANANDA OMESH (IMS)
CAROLINE SOERACHMAT (IMS)
SHAHNAZ SOEHARTONO (IMS)
BEN KASYAFANI (IMS)

SHEILA PURNAMA (NET10)

AUBRY BEER (E-NEWS)
SHAFIRA UMM (E-NEWS)

TAUFIK EFFENDI (NET12)
AMANDA HAJ (NET16)





Selasa, 24 Oktober 2017

Karakteristik Bahasa Jurnalistik dan Contohnya

Bahasa Jurnalistik atau Bahasa Indonesia Jurnalistik bukan merupakan bahasa yang independen atau berdiri sendiri, namun berakar dari bahasa Indonesia yang dibuat sedemikian rupa agar dapat dimengerti oleh semua kalangan tanpa kecuali. Ada aspek yang membedakan Bahasa Indonesia Jurnalistik dengan bahasa formal atau bahasa yang lain, yaitu disebut karakteristik atau ciri khas.

Karakteristik Bahasa Indonesia Jurnalistik 


  1. Sederhana, Prinsipnya menempakan diri sebagai komunikator, pesan harus dapat dimengerti oleh komunikan.
    Contoh:
    (Salah) Dita dikabarkan pergi dengan gacoannya
    (Benar) Dita dikabarkan pergi dengan kekasihnya
  2. Singkat, tidak bertele-tele/tidak berputar putar.
    Contoh:
    (Salah) Kunyahlah makanan menggunakan gigi di dalam rongga mulut sebanyak 10-12 kali atau hingga halus.
    (Benar) Kunyahlah makanan menggunakan gigi mulut hingga halus.
  3. Padat, sarat akan informasi, ungkapkan seperlunya.
    Contoh:
    (Salah) Antony tewas karena jatuh dari atas lantai 7 ke bawah lantai dasar kantornya.
    (Benar) Antony tewas karena jatuh dari lantai 7 kantornya.
  4. Lugas, kata/kalimat harus tegas, tidak bermakna ambigu.
    Contoh:
    (Salah) Pekerjaan kliping tentang merapi menggunung
    (Benar) Gunung Merapi terletak di Kabupaten Magelang
  5. Jelas, maksud kalimat mudah ditangkap, maknanya tidak kabur.
    Contoh:
    (Salah) Dedi Mulyadi tidak memiliki tendensi untuk pakai politik uang
    (Benar) Dedi Mulyadi tidak memiliki kecenderungan untuk politik politik uang
  6. Jernih, tidak memiliki tendensi negatif atau memuat suatu agenda tersembunyi dibalik kalimat tersebut.
    Contoh:
    (Salah) Anies-Sandi bikin Kacau jalan raya jalur Puncak Bogor
    (Benar) Anies-Sandi ikut terjebak macet di jalur Puncak Bogor
  7. Menarik, harus mampu membangkitkan minat/perhatian khalayak, karena berkaitan dengan penjaringan audiens untuk aspek ekonomis. Sebisa mungkin bahasa yang digunakan dibuat untuk mempertahankan audiens untuk tetap membaca konten itu.
    Contoh:
    (Salah) siang hari singa betina di Ragunan melahirkan
    (Benar) Pertama kali di Ragunan, Singa Betina melahirkan di Siang hari
  8. Demokratis, tidak mengenal kasta, pangkat, atau jabatan. Tidak boleh melebih-lebihkan.
    Contoh:
    (Salah) Pengikut tuan Dimas Kanjeng Taat Pribadi masih bertahan di pengungsian
    (Benar) Pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi masih bertahan di pengungsian
  9. Populis, harus familiar atau akrab dengan khalayak
    Contoh:
    (Salah) Ridwan kamil berusaha melakukan usaha Preventif menghadapi kemacetan
    (Benar) Ridwan kamil berusaha melakukan pencegahan menghadapi kemacetan
  10. Logis, setiap kata dalam jurnalistik harus masuk akal.
    Contoh:
    (Salah) Masyarakat jakarta mengalami banyak kerugian karena jalan raya macet
    (Benar) Masyarakat Jakarta mengalami banyak kerugian karena lalu-lintas macet

Senin, 23 Oktober 2017

Menggandeng Alumni, Jurnalistik Fair Usahid Berlangsung Meriah


10 Okt 2017 - Bertempat di Aula lantai 8 Universitas Sahid Jakarta, Himpunan Mahasiswa Program studi (HMP) Jurnalistik Usahid melaksanakan Jurnalistik Fair 2017. Acara yang bertajuk "digital media go infinity and beyond" ini dihadiri ratusan orang. Berlangsung mulai pukul 13.00, acara ini dibuka oleh sambutan dari Ety Rindahayu sebagai Ketua Pelaksana, Poppi Natama sebagai Ketua HMP Jurnalistik, dan Bapak Husen Mony S.Ik., M.Si. selaku Ketua Program Studi S1 Komunikasi Usahid.

Acara yang berlangsung 3 jam ini menghadirkan 2 orang narasumber yang merupakan alumni Usahid Jakarta. pertama yaitu Hernowo Anggie dari liputan6.com yang secara singkat menjelaskan alasan media online dapat berkembang seperti saat ini, serta berdiskusi mengenai eksistensi media cetak ditengah gempuran ratusan media online. Kedua, Muhamad Rais Adnan dari Goal.com yang berbagi mengenai pengalamannya di berbagai media, dan cara membuat berita untuk media online. Beliau juga menantang peserta seminar untuk mencoba menulis berita berdasarkan konferensi pers yang ia lakukan saat acara berlangsung.

Tidak hanya seminar serta workshop, program kerja tahunan HMP Jurnalistik Usahid ini juga membuat Kompetisi Jurnalistik Online yang berlangsung 2-9 Oktober 2017. Pemenang dipilih dari 3 kategori, yaitu Hardnews dengan pemenang @diaryquinn, softnews dengan pemenang @vonaputri, serta kategori favorit dimenangkan oleh @alifamutiasidiq, dan diumumkan 10 Oktober 2017 saat acara puncak Jurnalistik Fair Berlangsung. 

Dipandu oleh Ajay dan Icha, Jurnalistik Fair 2017 juga menampilan band internal Fakultas Ilmu Komunikasi Usahid yang membawakan lagu-lagu akustik. Acara ditutup dengan pemberian Plakat kepada para narasumber dan berfoto bersama, serta pembagian voucher untuk peserta yang beruntung.

Rabu, 04 Januari 2017

Ngebolang ke The Jungle

Hei my beloved readers !

Di Tulisan kedua saya ini, saya mau berbagi pengalaman ngebolang ke The Jungle Water Adventure. Berhubung tahun baru saya kerja part time, jadi enggak bisa  jalan jalan dan baru libur tanggal 2nya, kebetulan juga My-bro Arofik juga libur sehingga kita bisa kuy lah ! yakali ga kuy...

Oh iya, kita ke The Jungle bukan ke Jungle Land. Masih banyak orang yang keliru mengenai 2 tempat ini. Walaupun sama-sama jungle tapi lokasinya berbeda. Jungle Land itu Theme Park (seperti dufan) letaknya di Sentul Nirwana, Sentul, Babakan Madan. Sedangkan The Jungle adalah sebuah area water Adventure seluas 4,8 hektar yang berlokasi di Bogor Nirwana Residence(BNR), Mulyaharja, Bogor Selatan. The jungle juga letaknya satu kawasan dengan Jungle Fest + Cinema 4D.

Alasan pertama kenapa kita ke The Jungle adalah kenangan masa SD, jadi waktu perpisahan SD saya dkk ke The Jungle. Namanya juga anak anak jadi sekarang ingatannya banyak yang sudah terdegradasi. Niat saya ke sana pukul 9, namun karena Arofik labil dan sulit dibujuk buat ikut akirnya kita jalan dari rumah di Kalibata City, Jakarta Selatan pukul 11.30.

Menurut banyak artikel di internet yang saya baca, menuju tempat ini sepertinya sangat mudah sekali, karena (menurut artikel di internet) kalian cuma harus naik KRL ke Stasiun Bogor, naik Angkot 02 Bubulak - Sukasari turun di depan BNR, jalan kaki sebentar dari depan perumahan ke gerbang perumahan BNR, dan naik free shutle Bus sampe The Jungle. Sangat mudah bukan sepertinya ?

Perjalanan naik Angkutan Umum (Skip aja, karena isinya curhat)

Kami dengan yakinnya mencoba mengikuti hal itu. Kami naik KRL dari Stasiun Duren Kalibata menuju bogor, tapi dalam perjalanan saya lupa celana renangnya belum dimasukkan ke tas. Karena sudah sampai di daerah pondok cina, dan kalau balik ke rumah lagi memakan banyak waktu, saya memutuskan buat beli celana renang dulu di ITC Depok. kami turun dan tap out di St.Depok Baru biaya IDR 3K dan langsung beli celana renang seharga IDR 50K (Setelah nego alot dari harga IDR 65K). Kegiatan ini memakan waktu 18 menit dan kami langsung tap in lagi di st.Depok Baru menuju Bogor.

Pukul 1 kami sampai dan tap out di stasiun Bogor biaya IDR 3rb dengan kondisi gerimis. Kita langsung cari angkot 02 Bubulak - Sukasari, saya tidak naik jembatan, tapi cuma ikutin jalan dari stasiun bogor dan bilang sama supir angkotnya "om telolet om om turun di Jungle BNR ya", supir nya mengangguk. 10 menit ngetem akhirnya melaju juga dengan kecepatan sedang, dan 10 menit kemudian kita dipanggil supirnya "kang kalo mau ke BNR turun didepan (sambil nunjuk MCD di Jl.Juanda) nanti sambung angkot 10". Saya bingung tapi saya ikutin kata supirnya kita turun bayar IDR 4K. Kebetulan disana ada petugas kebersihan, yaudah saya tanya kan:
Saya : "Kang numpang tanya, kalo ke The Jungle yang di BNR dari sini naik apa ?"
Jawab :"Ooh akang jalan dulu sebentar tuh ke BTM situ tuh, nanti naik angkot 04 langsung ke dalem perumahannya"
Saya : "Nanti ke arah mana ya kang naiknya?"
Jawab : "ke Arah bawah tuh, angkotnya warna hijau, bilang aja sama supirnya pasti udah tau kok"
Saya : "Okedeh kang, nuhun kang"

kita jalan kearah BTM (Bogor Trade Mall) +- 400m dan benar aja itu jalan kayak turunan gitu. Kita liat angkot 04 Ramayana-Warung Nangka, naik, dan saya langsung bilang supirnya 
"BNR ya kang...". 
Kang Supirnya nyaut 
"iya BNR Lewat lewat". Kita duduk deh tuh 10 menit-an dan supirnya berhenti di depan Kantor Kelurahan Empang serta bilang ke kita 
"Kang itu Jl.Dredet di belakang, masuk aja jalan kearah rel, itu BNR",
kita turun dan bayar IDR 4K lagi, dan jalan sejauh +-750 m di Jl.Dreded, kita lewatin TPU Dredet sampai ketemu rel kereta dan ada gerbang BNR.

Menurut Artikel di internet yang saya baca, harusnya di sini ada free shutle bus yang bisa bawa kita langsung ke The Jungle, tapi saat saya tanya Security beliau bilang 
"Wah kalo liburan gini, busnya libur juga. emang gak bawa mobil ?"
sebuah kenehan menurut saya karena harusnya kalau liburan ya busnya ditambah, bukan malah diliburkan, dan security itu bilang lagi ke saya:
"nanti situ tunggu angkot aja 04A, itu dia lewar bunderan kedua turun disitu, terus jalan 20 menit ke The Jungle"

Dalam hati saya ini liburan begini amat yak... tidak ambil pusing, saya pun langsung bisa menemukan angkot 04A tulisan trayeknya Ramayana-Cihideng. Disitu saya seperti merasa rugi karena di BTM tadi sebenarnya ada angkot 04A juga, tapi saya malah naik 04. Kita benar benar diturunkan angkot di bundaran kedua karena kalau ke The Jungle Belok Kanan, angkot ini belok Kiri. Kita Jalan lewat Jembatan diatas sungai besar, cluster The Panorama, Bayu Nirwana, Bukit Nirwana, Telaga Nirwana, Tirta Nirwana, lalu kita melewati Ruko Ruko cantik tapi sepi di orchard road, sampai akhirnya setelah berjalan kaki 1,5km kita sampai di The Jungle.

Sampai di The Jungle

Kita masuk lewat The Jungle Mall buat beli tiket masuk, Loket buka setiap hari mulai pukul 9.00 - 18.00 WIB, namun pada sabtu dan minggu buka lebih awal pukul 8.00 WIB. Sebetulnya, harga Tiket itu sbb:
Senin-Jumat : IDR 80K | Sabtu-Minggu/Hari Libur : 100K

Namun karena saat saya kesini masih High Seasons, Tiketnya berubah :
17 DESEMBER 2016 - 8 JANUARI 2017 SPECIAL PRICE IDR 99K | INCLUDED 4D CINEMA + FREE HTM JUNGLE FEST.

Saat kalian beli tiket, kalian akan dikenai Biaya jaminan 25rb buat e-ticket berbentuk gelang yang bisa direfund. Jadi misalnya kalian pergi berdua sama seperti saya, kalian bayar IDR 223K untuk 1 eticket yang bisa digunakan berdua.

Dikarenakan kita sampai di sini pukul 14.30, kita putuskan buat berenang saja.

Masuk Area The Jungle Water Adventure

Barang bawaan kami tidak diperiksa dulu, tapi langsung bisa menuju gate elektronik untuk men-tap eticketnya bergantian, saya dulu tap in, dan saya kasih e-ticketnya ke Arofik buat tap in lagi. Setelah masuk kita kaget karena benar benar ramai banget, saya tidak merekomendasikan kalian ke sini saat high season karena benar benar penuh. Begitu baru masuk kalian akan menemui counter penyewaan loker sekali buka seharga 25rb (kita sewa 2).

Disebelah kiri counter, ada ruang ganti pria dan wanita. Kalian harus pilah pilih mana yang akan dibawa, mana yang akan ditinggal karena loker hanya bisa dibuka sekali saja. sekali kalian udah kunci tapi dibuka lagi, kalian gabisa kunci lagi. Lokernya ukuran kecil sekitar 50x40x40. tempat gantinya nyatu sama shower,sempit banget jadi ga cozy gitu. setelah kita melucuti pakaian, langsung kita menjelajah tempat ini.

1. Kids Pool

Tempat pertama setelah Kamar ganti adalah Kids Pool, kolam untuk anak-anak sedalam 20-50cm. Ada Ember Tumpah, Air Mancur, Slider Mini, Jungkat Jungkit.

2. Panggung + Futsal Area

Lapangannya ada air mancurnya dan ada panggung yang biasa diisi live music/tempat kalo ada acara gathering disini panggungnya

3. Kantin/Tempat Makan

Tempat berikutnya yang kita jumpai setelah area futsal yaitu tempat makan. Menurut saya penataannya kurang baik, karena ada yang di meja, tapi ada juga yang lesehan pake alas seadanya. tapi makanannya ga mahal-mahal banget tapi cenderung ke mahal sih, misalnya ayam bakar/nasi goreng 25rb.

4. Kolam Air Hangat

Tempatnya ditutupi kanopi,dengan 2 kolam, yang satu untuk anak-anak, satunya untuk dewasa, tapi suhunya tetap sama 35-40 Derajat. Agak luas tempatnya, tapi karena saat kita datang pengunjungnya banyak banget, itu kolam malah kayak pemandian. airnya butek dan empet-empetan. Disini tersedia toilet dan kamar bilas.

5. Lazy River (Kolam Arus)

Sama seperti kolam arus pada umumnya, bedanya karena sebagian besar area ditutupi tumbuhan, jadi kesannya asri, dan adem. Di sebuah bagian juga ada akuarium dengan ikan ikan. Arusnya ga begitu kencang, dan tidak begitu lebar, jadi hanya muat untuk 2 ban double saja. disini juga ada slider mini, air muncrat, air terjun mini, dan kamar ganti. FYI kamar ganti disini cozy sekali karena lokasinya agak ngumpet, jadi tidak ramai.

Disepanjang Lazy river ada saung saung kecil namanya Cabana yang bisa disewa
Tarif Cabana IDR 275K /3jam

6. Racer Slide

Ini slider (perosotan) yang lurus terus bisa balapan sama temen-temen kamu. Buat Cowok harus buka Kaus supaya seluncurnya cepat. ada 4 slide luncur dan tidak boleh pake ban. Lokasinya setelah Lazy River/Tower Slide

7. Tower Slide

Slide ini merupakan wahana perosotan ekstrim satu satunya, karena tidak ada lagi yang lain. Slide harus menggunakan Ban, tempat penyewaan ban ada di sebelah slide ini dengan  biaya :
Ban Single : IDR 30K/3jam | Ban Double IDR 40K/3jam

8. Wave Pool (Kolam Ombak)

Dari Kolam ini kita bisa lihat Pemandangan Gunung Gede Pangrango. Ombaknya datang cukup besar dan interval 1 jam sekali, apalagi jika menggunakan ban, berasa banget ombaknya. Disamping kiri kolam ada tempat sewa loker lagi dan kamar ganti.

9. Leisure Pool

Sama seperti namanya, disini bisa isi waktu luang dengan tiduran di tempat yang disediakan, jadi kalau kita tiduran dibawah kita ada air yang kayak pijit-pijit. bisa juga duduk duduk di cafe yang tersedia di tengah kolam. harga makanannya rata-rata IDR 25K seperti roti bakar, minuman hangat, kentang goreng, nasi goreng, dll.

pukul 4.45 kami selesai berenang dan ke kamar ganti di lazy river. Kami keluar Area Water Adventure niatnya mau ke 4D Cinema yang ada di sebelah tepati refund e-ticket tapi tutup, jadinya cuma refund e-ticket dan IDR 25K jaminan saya tadi balik lagi.

Kembali Ke St.Bogor

Saat kita keluar lewat The Jungle Mall, kita lihat angkot 18 Ramayana-Mulyaharja langsung si Arofik tanya supirnya
"Om, ini lewat BTM gak ?"
Jawab : "Akang mau ke St.Bogor ya ? iya nanti turun di BTM terus sambung angkot lagi dari BTM"
kita naik angkot itu seraya bersyukur enggak jalan kaki jauh jauh lagi. Sampai BTM pukul 18.00 karena macet dan sambung angkot 02 ke st.bogor.

Saran saya kalo ke The Jungle
1. Dateng Pagi Pagi
2. Bawa kendaraan bermotor sendiri
3. Bawa barang bawaan seadanya saja, karena susah ditaruh loker
4. bawa air minum karena didalam aqua tanggung harganya 8rb.

Sekian referensi perjalanan wisata saya ke The Jungle Bogor
Riki Gusmara
2014240022
Tugas Off Class 2 Pertekom 5PFA
Herta Armianti S.Sos, MAIS., Usahid 2016